Pertemuan 1
PENDAHULUAN
Menurut
Djaslim Saladin (2006:1) Pemasaran (marketing) berasal dari kata market
(pasar). Pasar dapat diartikan sebagai “tempat dimana pembeli dan penjual
bertemu untuk melakukan tukar-menukar barang”. Pengertian pasar secara lebih
lebih lengkap adalah “semua pelanggan yang mempunyai kebutuhan atau keinginan
tertentu, bersedia dan mampu melibatkan diri dalam suatu pertukaran guna
memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut”.
Disebut
pasar apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Ada sekelompok individu, organisasi.
2. Potensial real : pembeli yang mempunyai kemampuan daya beli (Purchasing
power) dan nyata.
3. Ada kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
4.
Mempunyai perhatian (interest) terhadap produk.
Pemasaran menurut beberapa ahli yang
dikutip dari Djaslim Saladin(2006:1) sebagai berikut:
1. Philip Kotler (Edisi Milenium)
Pemasaran adalah proses sosial yang di dalamnya individu atau
kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain.
2. William J. Stanton, Michael J. Etzel, dan Bruce J.Walker
Pemasaran adalah suatu sistem dapat memuaskan keinginan dan
mencapai sasaran serta tujuan organisasi.
3. Warren J. Keegan
Pemasaran
adalah suatu proses yang berfokus pada sumber daya manusia dan bertujuan untuk
memanfaatkan peluang-peluang pasar secara global
Dari uraian tentang pengertian
pemasaran di atas menurut
Djaslim
Saladin (2006:2) dapat disimpulkan :
1. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dari
individu dan kelompok untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya melalui
penciptaan, penawaran, dan pertukaran (nilai) produk dengan yang lain.
2. Pemasaran adalah upaya menciptakan loyalitas konsumen
terhadap produk yang ditawarkan.
Jelaskan
perbedaan pemasaran dan penjualan!
Perbedaan Penjualan (selling) dengan
Pemasaran (maketing) William J. Stanton dalam Alma (07:136)
1.Penjualan
a.Menekankan kegiatan pada produk
b.Perusahaan mula-mula membuat produk, kemudian berusaha
menjualnya c.Manajemen beroreantasi pada bagaimana tercapainya volume penjualan
sebesar-besarnya
d.Rencananya biasanya berjangka pendek (produk sekarang harus
dipasarkan sekarang)
2.
Pemasaran
a.Menekankan apa yang diinginkan konsumen
b.Perusahaan mula-mula meneliti keinginan konsumen, kemudian
merancang bagaimana membuat produk tersebut agar memuaskan selera konsumen
c.Manajemen beroreantasi pada profit, dalam arti laba total,
bukan laba per unit barang
d.Rencana dibuat jangka panjang, dalam arti memikirkan
pertumbuhan perusahaan di masa datang.
Pengertian
pemasaran mengandung beberapa konsep pokok: (Djaslim Saladin,2007:1)
1. Kebutuhan : suatu keadaan akan sebagian dari pemuasan dasar
yang dirasakan dan disadari.
2. Keinginan : hasrat untuk memperoleh pemuas tertentu untuk
kebutuhan yang lebih mendalam
3. Permintaan : keinginan terhadap produk/jasa tertentu yang
didukung oleh suatu kemampuan dan kemauan baik berwujud/ tidak.
4. Produk : segala sesuatu yang dapat diberikan kepada seseorang
untuk memuaskan suatu kebutuhan/keinginan (berwujud/tidak)
5.
Pertukaran : penentuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan seseorang dengan
cara tertentu.
Pertukaran
merupakan salah satu dari empat cara dalam
memenuhi
kebutuhan, yaitu: (Djaslim Saladin,2007:2)
1. Memproduksi sendiri (self production)
2. Dengan paksaan (corcion)
3. Meminta-minta (begging)
4. Jual
beli atau pertukaran (exchange)
II. PENGERTIAN MANAJEMEN PEMASARAN, PEMASARAN
Manajemen
pemasaran atau marketing management berasal dari dua kata management dan
marketing, yaitu dua ilmu yang terpisah kemudian dipadukan dalam satu kegiatan.
Fungsi manajemen yang diterapkan dalam marketing yaitu (Buchari Alma,07:137)
1.Planning (perencanaan)
2.Organizing (Menyusun organisasi yang jelas dan efisien sehingga diketahui
siapa yang bertanggung jawab dalam perusahaan)
3.Actuating (Agar pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan lancar maka manajemen
harus menetapkan bagaimana cara bekerja yang baik bagi pekerja)
4.Controlling (kontrol dari setiap pekerjaan yang dilakukan)
Menurut
Philip Kotler dalam Djaslim Saladin (2006:4) Manajemen Pemasaran adalah proses
perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan disribusi
gagasan, barang, dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memuaskan individu
dan memenuhi tujuan organisasi.
Tujuan Manajemen Pemasaran adalah
untuk mempengaruhi tingkat jangkauan waktu, komposisi permintaan, sehingga
membantu organisasi mencapai sasarannya.
Pemasar
menurut Philip Kotler dalam Djaslim Saladin (2006:4) adalah seseorang yang
dapat menjawab tentang minat seseorang pembeli yang terlibat dalam pertukaran
nilai.
Calon
pembeli adalah yang diidentifikasikan oleh pemasar sebagai seorang yang
bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran nilai.
Marketer bukan sekedar ingin mencapai
target penjualan tetapi juga harus mampu menciptakan relationship.
Manajemen
pemasaran di samping memperhatikan unsur-unsur bauran pemasaran, juga harus
mampu mengelola semua tugas sebaik mungkin dengan melakukan: (Djaslim
Saladin,2007:3)
1.Penelitian pemasaran dengan Sistem Informasi Pemasaran (SIP).
2.Perencanaan pemasaran dengan Sistem Perencanaan Pemasaran
(SPP).
3.Penerapan atau pelaksanaan pemasaran dengan Sistem Pelaksanaan
Pemasaran (SPLP).
4.Pengawasan penelitian dan evaluasi pemasaran dengan Sistem
Pengendalian dan Evaluasi Pemasaran (SP & EP).
III. PENGERTIAN BAURAN PEMASARAN
Pengertian
Bauran Pemasaran (Marketing Mix) menurut Philip Kotler dalam Djaslim
Saladin (2007:3) adalah seperangkat variabel pemasaran yang dapat dikuasai oleh
perusahaan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam pasar sasaran
Rangkaian
variabel atau unsur-unsur itu adalah:
1. Unsur produk (product)
2. Unsur harga (price)
3. Unsur promosi (promotion)
4. Unsur
tempat (place)
IV. PERKEMBANGAN KONSEP PEMASARAN
Konsep
pemasaran adalah dasar pemikiran bagaiman cara aktivitas pemasaran dapat
dilaksanakan berdasarkan suatu filsafat yang mantap, yang mengungkapkan
pemasaran yang tanggap dan bertanggung jawab. (Djaslim Saladin,2006:5)
Philip Kotler dalam bukunya Marketing
Management: Analysis, Planning, Implementation, and Control, mengemukakan
lima konsep bisnis yang berkembang dan berpengaruh dalam kegiatan pemasaran.
(Buchari Alma,2007:13)
Lima konsep bisnis dalam pemasaran:
1.Konsep
Produksi (Production Concept) Konsep
pemasaran yang memusatkan upaya mengerahkan segenap upaya untuk efisiensi
produk yang tinggi dan distribusi yang luas
2.Konsep
Produk (Product Concept) Konsep pemasaran yang memusatkan upaya membuat
produk berkualitas tinggi Dasar pemikiran produsen:
a.Konsumen akan memperhatikan mutu berbagai barang sebelum
membeli
b.Konsumen mengetahui perbedaan mutu berbagai macam barang
c.Konsumen selalu mencari barang dengan mutu baik.
d. Produsen harus selalu menjaga mutu untuk mempertahankan
pelanggan
3.Konsep
Penjualan (Selling Concept)
Konsep
berorrientasi pada volume penjualan yang tinggi sehingga perusahaan perlu
kegiatan penjualan yang agresif dan promosi yang gencar. Ciri khasnya adalah
promosi besar-besaran.
Dasar
pemikiran konsep ini:
a.Konsumen cenderung menolak membeli barang yang tidak penting,
sehingga harus didorong untuk membeli.
b.Konsumen dapat dipengaruhi melalui stimulasi promosi
c.Tugas produsen mendorong penjualan
4.Konsep
Pemasaran (Marketing Concept)
Konsep
berorientasi pada kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.
Dasar
pemikiran konsep ini:
a.Konsumen selalu memilih barang yang dapat memuaskan needs dan
wantsnya
b.Konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan needs dan wantsnya
c.Tugas organisasi adalahnmeneliti dan menetapkan segmentasi dan
memilih pasar serta mengembangkan program pemasaran yang efektif
5.Konsep
Pemasaran Sosial (Societal Marketing Concept) Konsep pemasaran yang
berorientasi pada kesejahteraan konsumen dan masyarakat
Dasar
pemikiran konsep ini:
a.Gejala konsumerisme akan muncul apabila masyarakat memperoleh
barang yang baik dan layanan yang memuaskan
b.Masyarakat akan menuntut tanggung jawab organisasi apabila
mendapat perlakuan tidak baik dan ekosistem terganggu
c.Masyarakat akan selalu menghendaki jaminan keselamatan
komoditi yang dibeli
Contoh:
fast food (kolesterol), kemasan botol plastik (polusi)
6. Konsep Pemasaran Global (Global
Marketing Concept) Konsep pemasaran yang berupaya memahami semua
faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran (lingkungan) melalui
manajemen strategis yang mantap. Sedangkan tujuan akhirnya berupaya untuk
memenuhi keinginan semua terlibat dalam perusahaan (stakeholder benefits)
Pertemuan 2
ANALISIS
PASAR DAN PERILAKU PEMBELI
I. PASAR KONSUMEN / PASAR INDIVIDU (CONSUMER MARKET /
INDIVIDUAL MARKET)
Manajemen
pemasaran harus memahami perilaku pembelian pasar sasaran. Salah satu pasar
sasaran adalah pasar konsumen (consumer market).
Menurut
Djaslim Saladin (2006:54) pasar konsumen adalah terdiri dari
semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang dan jasa
untuk kepentingan pribadi.
Kegiatan penelitian konsumen merupakan upaya untuk
mempelajari atau menjawab tujuh pertanyaan penting (7 O’s), yaitu
1.Siapa pembeli itu?...
Occupants
2.Apa yang mereka
beli?...Objects
3.Mengapa mereka
membeli?...Organizations
4.Siapa yang
berpartisipasi dalam pembelian?... Organizations
5.Bagaimana mereka
membeli?...Operations
6.Kapan mereka
membeli?...Occasions
7.Di mana mereka membeli?...Outlets
II. PASAR BARANG INDUSTRI/PASAR BISNIS Pasar barang
industri menurut Philip Kotler disebut pasar bisnis, sebagai lawan dari pasar
konsumen (akhir). Pasar bisnis adalah semua organisasi/industri yang mendapat
barang dan jasa yang digunakan untuk memproduksi barang lain. Buchari Alma
(2007:45)
Menurut
Buchari Alma (2007:44) ada dua pasar barang industri yaitu:
1.Original Market :
Pasar industri yang sebenarnya diarahkan ke pemakai industri
untuk dipakai membuat barang baru atau membantu dalam proses pekerjaan
2. Replacement Market
Diarahkan kepada konsumen, yang ingin mengganti barangnya
yang sudah tua
Ada
perbedaan antara barang industri dengan barang konsumsi, Barang industri
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Pasar barang industri secara geografis dikonsentrir dalam beberapa daerah yang
terbatas
2.
Pembeli perspektif sangat terbatas jumlahnya sebab pembeli barang industri
hanya
beberapa saja jumlahnya bila dibandingkan
dengan pembeli barang konsumsi.
3.
Order yang dilakukan oleh industri biasanya dalam jumlah yang besar
4.Pertimbangan teknis sangat menentukan sebab barang industri
dibeli untuk diolah lebih lanjut.
5.Permintaannya dipengaruhi oleh permintaan barang konsumsi (derived
demand)
Ciri-ciri
pasar bisnis:
1.Pembeli terkonsentrasi secara geografis, ada lokasi
tertentu untuk industri.
2.Pembeli tidak banya, hanya ada pabrikan saja yang membeli
3.Volume pembelanjaan banyak, sesuai kapasitas produk yang
akan dibuat, dan juga untuk persediaan
4.Pembelian profesional, dibutuhkan tenaga ahli yang menilai
barang akan dibeli dan meminta proposal penawaran meneliti dan mengetes produk
yang ditawarkan.
5.Permintaan
tidak elastis, sebab harga tidak banyak pengaruhnya, tetapi sangat terhadap
permintaan adalah situasi permintaan terhadap produksinya . (Derived Demand)
6.Hubungan pemasok dan pelanggan sangat erat.
7.Banyak orang yang terlibat untuk satu pembelian bisnis.
8.Pembelian sering bersifat langsung dari pabrik yang
memproduksi barang tersebut.
9.Sering
berlaku taktik imbal beli, artinya si pemasok bahan juga membeli hasil produksi
perusahaan yang membeli bahan.
Para
pembeli dalam pasar bisnis ialah organisasi baik organisasi pemerintah maupun
non pemerintah. Biasanya dilakukan lelang untuk pemasok bonafid. Sering terjadi
commercial bribery yaitu penyogokan yang dilakukan pemasar bisnis
terhadap personil pembelian.
III. PERILAKU PEMBELI
A.MOTIF-MOTIF PEMBELIAN (BUYING MOTIVE)
1.
Primary buying motive (motif membeli yang sebenarnya)
2.
Selective buying motive
Pemilihan
terhadap barang berdasarkan :
a. ratio (rational buying motive)
b. waktu (time buying motive)
c. emosi (emotional buying motive)
3. Patronage buying motive (pemilihan yang ditujukan
kepada tempat yang mempunyai layanan yang memuaskan, tempat dekat, cukup
persediaan, dll)
B. KEBIASAN MEMBELI (BUYING HABITS)
Kebiasaan
membeli (buying habits) maksudnya ialah waktu kapan seseorang suka
membelanjakan uangnya. (Buchari Alma:2007:97).
Orang
Indonesia biasa banyak berbelanja pada awal bulan karena selesai gajian. Juga
pada akhir minggu bagi buruh mingguan dan pada saat-saat menghadapi hari raya,
paling ramai orang berbelanja. Akibatnya harga-harga menjadi naik. Gejala buying
habits berulang setiap tahun. Oleh sebab itu, para pedagang sudah
bersiap-siap jauh sebelumnya menghadapi saat buying habits datang.
C. PERANAN MEMBELI (BUYING ROLES)
1.Pengambil inisiatif (initiator): orang yang pertama
menyarankan gagasan membeli
2.Orang yang mempengaruhi (influences): seseorang yang
memberikan pengaruh yang diperhitungkan nasihatnya.
3.Pembuat keputusan (dicider’s): seseorang yang
menentukan sebagian atau keseluruhan pengambilan keputusan
4.Pembeli (buyers) ; mereka yang melakukan pembelian
yang sebenarnya
5.Pemakai
(user): seseorang/beberapa orang yang menikmati atau memakai produk atau
jasa tersebut.
D. TAHAP-TAHAP PROSES MEMBELI
1.Pengenalan
kebutuhan/masalah (need recognition)
2.
Pencarian informasi (information search)
Sumber
informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok :
a. Sumber pribadi : keluarga, teman-teman,
tetangga dan kenalan.
b. Sumber niaga : periklanan, petugas penjualan,
penjual, kemasan dan pema -
jangan.
c. Sumber umum : media massa dan organisasi
konsumen
d. Sumber pengalaman: pernah menangani, menguji dan
mempergunakan produk.
3.
Penilaian alternatif (evaluation of alternatives)
Terdapat
lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen :
a.Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan
perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut
b.Pemasar hendaklah lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri
produk daripada penonjolan ciri-ciri produk.
c.Kepercayaan konsumen terhadap ciri-ciri merek yang
menonjol.
d.Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan
kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda
setiap hari. e.Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian
banyak ciri-ciri barang.
4.
Keputusan membeli (purchase decision)
Penilaian
terhadap keputusan membeli didahului oleh maksud keputusan membeli, artinya apa
yang menyebabkan maksud untuk membeli tersebut.
Ada
dua faktor penyebabnya :
a. Sikap orang lain: keputusan membeli tersebut banyak
dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang ia percayai.
b. Faktor-faktor
situasi yang tidak terduga: faktor pendapatan keluarga, dan keuntungan yang
diharapkan dari produk tersebut.
Secara
umum proses pengambilan keputusan membeli dapat dikategarikan ke dalam tiga
bentuk (Buchari Alma,2006:104):
a.Proses pengambilan keputusan yang luas (extended
decision making) Banyak muncul pertimbangan (merek, mutu, model dsb)
Biasanya pada barang mahal dan jarang dibeli.
b.Pengambilan keputusan terbatas (limited decision making)
Konsumen telah mengenal masalahnya, hanya beberapa alternatif.
c.Proses
pengambilan keputusan yang bersifat rutin, kebiasaan (habitual decision
making) knsumen telah mengenal masalahnya, jelas merek, cepat mengambil
keputusan.
5.
Perilaku pasca pembelian (postpurchase behavior)
a. Kepuasan pasca pembelian
Kepuasan pembeli
setelah ia membeli produk tersebut. Ada beberapa tingkat kepuasan yaitu sangat
puas, puas, sedikit puas, kecewa dan sangat kecewa. Kepuasan pembeli itu dapat
dirumuskan sebagai berikut:
S = Kepuasan membeli
f = fungsi (yang menentukan)
E = ekspektasi (pengharapan) konsumen
P = pandangan prestasi
S = f (E,P)
b. Tindakan-tindakan pasca pembelian
Bagaimana tindak
lanjut yang dilakukan konsumen atas tingkat kepuasan, kalau puas apakah ia
selalu mempergunakan atau membeli produk tersebut, kalau tidak puas apakah akan
meninggalkan
.
c. Penggunaan dan pembuangan pasca pembelian
Marketer
selalu memonitor bagaimana pembeli mempergunakan dan memanfaatkan produk. Jika
konsumen mempertimbangkan penggunaan produk baru suatu produk, maka marketer
akan tinggi gunanya sebab penggunaan ini dapat disebarluskan. Fokus utama adalah
menciptkan citra (loyalitas) pada pembeli.
Pertemuan 3
STRATEGI
PEMASARAN
I. PENGERTIAN STRATEGI Pengertian strategi menurut Lesser
Robert Bitel (Buchari Alma,2007:200) ialah “suatu rencana yang fundamental
untuk mencapai tujuan perusahaan”.
Sedangkan menurut Tuhl dan Kahle dalam Fandy
Tjiptono (2000:6) Strategi Pemasaran adalah “alat fundamental yang direncanakan
untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang
berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang
digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut”.
II. FAKTOR UTAMA STRATEGI PEMASARAN
Banyak
faktor yang menyebabkan perusahaan harus mengadakan perubahan besar-besaran
dalam strategi pemasarannya, yaitu (Djaslim Saladin,2007:59)
1.
Daur hidup produk (product life cycle product)
Tahap
perkenalan,pertumbuhan, kedewasaan, kemunduran
2.
Posisi persaingan perusahaan di pasar (company’s competitive position in the
market)
Posisi
perusahaan dalam persaingan sebagai pemimpin (leader), menantang (challanger),
mengikuti saja (follower), mengambil sebagian kecil dari pasar (niche).
3. Situasi ekonomi (the economic climate)
III. VARIABEL STRATEGI Ada dua variabel besar bagi seorang
pengusaha dalam strategi pemasaran, yaitu variabel yang dapat dikontrol dan
variabel yang tidak dapat dikontrol (Alex D. Triyana dalam Buchari Alma,
07:200)
A.
Variabel yang tidak dapat dikontrol ialah:
1.Keadaan persaingan
2.Perkembangan Teknologi
3.Perubahan Demografik
4.Kebijakan Politik dan Ekonomi
5.Sumber Daya Alam
B.
Variabel yang dapat dikontrol
1. Market Segmentation
Pengusaha harus menetapkan sasaran pemasarannya ditujukan ke
seluruh lapisan masyarakat konsumen, atau hanya menetapkan segmen tertentu
saja.
2. Marketing Budget
Strategi penetapan jumlah dana untuk kegiatan marketing
sangat mempengaruhi keberhasilan pemasaran.
3. Timing
Pengusaha harus menjaga waktu, kapan harus mulai melancarkan
pemasaran barang-barangnya.
4. Marketing Mix
Ada empat komponen yang
tercakup dalam kegiatan marketing mix ini yang terkenal dengan sebutan 4P (Product,
Price, Place/Distribution, Promotion)
IV. STRATEGI PEMASARAN PADA BERBAGAI DAUR HIDUP PRODUK
Daur
hidup produk adalah suatu konsep yang penting dalam pemasaran memberikan
pemahaman yang mendalam di dalam dinamika bersaing suatu produk (Djaslim
Saladin,2006:100). Suatu produk memiliki siklus hidup berarti produk tersebut
memiliki umur terbatas.
Pada
dasarnya daur hidup produk memiliki empat tahap, yaitu (Djaslim
Saladin,2007:62)
1.
Perkenalan (introduction)
2. Pertumbuhan (growth)
3.
Kedewasaan (maturity)
4. Kemunduran (decline)
1.Perkenalan (introduction) Tahap pertama
dalam daur hidup produk, mempunyai ciri-ciri, yaitu
a.
Penjualan lambat
b.
Permintaan dalam tahap ini datang dari core market (konsumen yang
mempunyai dana berlebih dan mencari produk yang benar-benar diinginkan), oleh
karena harga produk baru biasanya tinggi (karena belum diproduksi secara
massal, secara efisien , dan untuk menutup biaya riset dan pengembangan serta
biaya promosi)
c. Laba masih sangat rendah (bahkan merugi
Bila
pertimbangan pokok hanya harga dan promosi, maka manajemen dapat memilh satu
dari empat strategi berikut:
a.
Strategi menyaring cepat (rapid skimming strategy)
b.
Strategi menyaring lambat (slow skimming strategy)
c.
Strategi penerobosan cepat (rapid penetration strategy)
d.
Strategi penerobosan lambat (slow penetration strategy)
2. Tahap pertumbuhan (growth)
Tahap
ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok
a.
Rapid growth
Ditandai
dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk
telah diterima dan diminta oleh pasar
Strategi
yang diterapkan:
1)Penyempurnaan produk (penambahan karakteristik atau sifat
tertentu dan pembuatan model baru)
2)Pengembangan segmen pasar baru
3)Penambahan saluran distribusi baru
4)Pengurangan harga untuk merebut konsumen baru
5)Periklanan dititikberatkan pada media massa untuk
memaksimumkan jangkauan penginformasian produk.
b.
Slow growth
Penjualan
semakin meningkat namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. Sebagian besar
pasar sudah dijangkau.
Strategi
pemasaran pada tahap ini :
1)Harga menjadi alat persaingan, karena pasar sudah jenuh dan
tidak tertarik dengan promosi.
2)Promosi bergeser dari konsumen ke penyalur karena penyalur
dapat memberikan penghasilan secara teratur dengan selalu menyediakan produk
secara ecer.
3)Meningkatkan
pelayanan purna jual (servis dan suku cadang)
3. Kedewasaan (maturity) Tahap
selanjutnya adalah kedewasaan mempunyai ciri-ciri:
a.Penjualan mulai menurun karena produk sudah bisa diterima
oleh sebagian pembeli potensial.
b.Keuntungan
mantap, bisa stabil dan bisa juga menurun yang disebabkan meningkatnya biaya
pemasaran untuk melawan persaingan yang ketat.
Strategi
yang dipergunakan:
a.
Modifikasi pasar
Perusahaan
berusaha memperluas pasar bagi merknya dan menangani dua faktor penentu volume
penjualan, yaitu
1)
Memperluas jumlah pemakaian produk
2)
Meningkatkan frekuensi pemakaian oleh konsumen
pemakai
merk perusahaan
b.
Modifikasi produk
Memodifikasi
karakteristik produk sedemikian rupa sehingga mampu mengajak konsumen baru atau
mengajak konsumen saat ini memakai merk perusahaan untuk mengkonsumsi lebih
banyak.
c.
Modifikasi bauran pemasaran
4. Kemunduran (decline)
Ciri-cirinya:
a.Hampir semua bentuk produk dan merk akan bergerak menurun.
b.Penjualan jatuh atau merosot sekali bahkan timbul kejenuhan
konsumen terhadap produk dan merk
c.Perusahaan
menderita kerugian besar, karena biaya tinggi sekali
Strategi
yang dipergunakan terhadap produk yang sudah menua, yaitu:
a.
Mengidentifikasikan produk yang lemah, dengan langkah-langkah tertentu,
hasilnya:
1)
Biarkan saja produk berjalan seperti sekarang
2)
Perbaikan strategi pemasaran
3)
Menarik seluruh produk dari pasaran dan tukar haluan
b.
Menetapkan strategi pemasaran
c.
Keputusan menghentikan produk
Pertemuan 4
STRATEGI PEMASARAN DALAM BERBAGAI
POSISI PERSAINGAN
I. PENDAHULUAN
Setiap
perusahaan selalu berupaya, menempatkan posisi produknya dalam persaingan
pasar. Kedudukan perusahaan secara keseluruhan akan membantu manajer perusahaan
untuk menanam modal, bertahan, atau mundur dari gelanggang percaturan industri.
Menurut
Djaslim Saladin (2006:115) ada empat bentuk strategi yang menjadi incaran
perusahaan, yaitu:
1. Pemimpin pasar (market leader)
2. Penantang pasar (market challengers)
3. Pengikut pasar (market followers)
4. Perelung pasar (market nichers)
II. STRATEGI PEMIMPIN PASAR (MARKET LEADERS STRATEGIES) Strategi
pemimpin pasar adalah “suatu perusahaan memegang bagian pasar terbesar dalam
pasar produk yang relevan, dimana perusahaan lain mengikuti
tindakan-tindakannya dalam perubahan harga, pengenalan produk baru, pencakupan
saluran dan intensitas promosi”. Djaslim Saladin (2006:115)
Karakteristik
dari pemimpin pasar:
1. Memiliki pangsa pasar terbesar (40%) dalam pasar produk
yang relevan.
2. Lebih unggul dari perusahaan lain dalam hal pengenalan
produk baru, perubahan harga, cakupan saluran distribusi, dan intensitas
promosi.
3. Merupakan pusat orientasi para pesaing (diserang, ditiru
dan dijauhi)
Tindakan
yang harus ditempuh untuk menjadi pemimpin
pasar
adalah:
1.Mengembangkan
pasar keseluruhan (Expanding the total market)
a. Mencari pemakai baru (new users)
b. Mencari kegunaan baru
c. Penggunaan yang lebih banyak (lebih sering)
d. Mencari atau memperluas wilayah pemasaran
2.
Melindungi pangsa pasar (defending market share)
a. Pertahanan posisi (position defense)
Mempertahankan atau menjaga posisi produk di sekitar daerah
kekuasaan,
b.Pertahanan samping (flanking defense)
Mempertahankan dan melindungi bagian yang lemah dari posisi
saat ini.
c. Pertahanan aktif mendahului (preventive defense)
Menyerang lawan sebelum lawan tersebut menyerang
d. Pertahanan serangan balas (counteroffernsive defense)
Melakukan serangan balasan terhadap tindakan pesaing
e. Pertahanan bergerak (mobile defense)
Memperluas daerah penjualan yang di masa depan dapat dipakai
sebagai basis penyerangan atau pertahanan
f. Pertahanan kontrak mundur (contraction defense)
Melepaskan daerah yang tidak menghasilakan keuntungan dan
mempertahankan daerah yang menguntungkan
3.
Memperluas pangsa pasar (expanding market share)
Treacy
dan Wiersema dalam Fandy Tjiptono (2000:311) mengidentifikasikan tiga kelompok
yang dapat dijadikan fokus dan tumpuan utama untuk memenangkan persaingan:
a. Keunggulan operasional (operational excellent)
menjadi pemimpin dalam aspek kualitas, harga, kemudahan
b. Kepemimpinan produk (product leadership)
suatu
perusahaan perlu secara terus menerus melakukan pengembangan dan inovasi
produk/jasa yang dihasilkan. Ada 3 tantangan perusahaan:
1)Perusahaan dituntut secara kreatif
2)Ide-ide yang muncul harus dapat dikomersialkan secepat
mungkin
. 3) Keakraban dengan pelanggan (customer intimacy
III. STRATEGI PENANTANG PASAR (MARKET CHALLENGER
STRATEGIES)
“Perusahaan
yang berupaya secara gencar merebut pangsa pasar terutama pangsa pasar dari
perusahaan pemimpin pasar”. Djaslim Saladin (2006:117)
Jenis
perusahaan yang diserang:
1.
Perusahaan pemimpin besar
2.
Perusahaan setara/sebanding yang tidak berjalan dengan normal dan kekurangan
dana.
3.
Perusahaan kecil lokal dan regional yang tidak berjalan dengan baik dan
kekurangan dana.
Ada
lima strategi penyerangan:
1.
Serangan dari depan (frontal attack)
Serangan
penantang yang mengarahkan kekuatannya tepat berhadapan dengan lawan dan lebih
menyerang kekuatan lawan daripada kelemahan lawan
Hal
ini akan berhasil apabila dilakukan dengan cara:
a. Perusahaan mempunyai kekuatan yang dapat diandalkan baik
manusia maupun produk itu sendiri.
b. Perusahaan menyerang penanam modal besar pada penelitian
untuk menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah, sehingga dapat menetapkan
harga lebih
murah.
2.Serangan
menyamping (flank attack)
Perlindungan
pangsa pasar dapat dilakukan dengan mempertahankan dan melindungi bagian yang
lemah dari posisi saat ini Ada dua cara:
a. Serangan geografis ialah serangan yang ditujukan pada
daerah-daerah pemasaran di mana pesaing tidak menangani dengan baik.
b. Penutupan segmen pasar, artinya memasukkan segmen pasar
yang belum dimasuki market leader.
3.
Serangan Mengepung (encirlement attack)
mengepung
pesaing dengan serangan besar-besaran terhadap berbagai segmen.
4.
Serangan lintas (bypass attack)
Ada
tiga cara serangan lintas yaitu:
a. Diversifikasi produk-produk yang tidak berkaitan
b. Diversifikasi ke pasar geografis yang baru
c. Beralih ke teknologi baru untuk mengganti produk yang
sudah ada
5.
Serangan gerilya (guerrilla attack)
Serangan
yang dilakukan perusahaan kecil ke segmen atau daerah yang diabaikan pesaing
IV. BEBERAPA STRATEGI SERANGAN SPESIFIK BAGI PERUSAHAAN
MENANTANG
Strategi
bagi perusahaan sama pentingnya dengan modal. Apalagi bagi perusahaan besar.
Maka setiap perusahaan perlu menguasai berbagai strategi pasar, termasuk
strategi menyerang perusahaan pesaing. Fandy Tjiptono (2000:317)
Beberapa
strategi tersebut antara lain:
1.
Strategi pemotongan harga
Keberhasilan
strategi ini ditentukan oleh tiga syarat yang harus dipenuhi:
a. Penantang harus mampu meyakinkan pembeli bahwa produknya
memang setara dengan pemimpin pasar.
b. Pembeli harus sensitive terhadap perubahan harga
c. Pemimpin pasar tidak membalas dengan penurunan harga juga.
2.Strategi produk murah
3.Strategi produk prestise
4.Strategi
pengembangbiakan produk
5.
Strategi inovasi produk
6.
Strategi penyempurnaan layanan
7.Strategi inovasi distribusi (perusahaan menerapkan saluran
distribusi baru)
8.Strategi penekanan biaya produksi
9.Promosi
intensif
V. STRATEGI PENGIKUT PASAR (MARKET FOLLOWER STRATEGIES)
Strategi
pengikut pasar adalah “strategi perusahaan tidak melakukan serangan, tetapi
berusaha mempertahankan pelanggan dengan menonjolkan sifat khasnya”. Fandy
Tjiptono (2000:319).
Berikut
ada tiga strategi pengikut pasar:
1.Clooner: Strategi pengikut pasar yang menjiplak atau memalsukan produk
populer milik pemimpin pasar, sehingga pengikut pasar sering dianggap parasit.
(menjiplak, memalsukan)
2.Imitator: meniru pemimpin pasar dengan membuat beberaap diferensi
(kemasan, iklan, harga,dll)
3.Adapter : mencontoh produk pemimpin pasar, memproduksinya tetapi dengan
improvisasi, menghindar pemimpin pasar
VI. STRATEGI PERELUNG PASAR (MARKET NICHER STRATEGIES Strategi ini
menempati dan menguasai segmen-segmen kecil yang tidak dimasuki atau diabaikan
perusahaan lain melalui spesialisasi yang mantap”. Djaslim Saladin (2006:119).
Beberapa
spesialisasi yang dipergunakan:
1.
Spesialisasi pemakai akhir
2.
Spesialisasi pesanan (Job-Shop Specialist)
3.
Spesialis ukuran pelanggan
4.
Spesialis pelanggan tertentu
5.
Spesialis geografis
6.
Spesialis produk
7.
Spesialis jasa
Pertemuan 5
KEBIJAKSANAAN
PRODUK
I. PENGERTIAN PRODUK
Pengertian
sempit dari produk adalah “sekumpulan sifat fisik dan kimia yang berwujud dan
dihimpun dalam suatu bentuk yang serupa dan telah dikenal” (Djaslim Saladin,
2007:71)
Pengertian
luas produk adalah “sekelompok sifat-sifat yang berwujud (tangible) dan
tidak berwujud (intangible) di dalamnya sudah mencakup warna, harga,
kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer dan pelayanan yang diberikan
produsen dan pengecer yang dapat diterima oleh konsumen sebagai kepuasan yang
ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan-kebutuhan konsumen” (Djaslim
Saladin, 2007:71)
Pengertian
umum produk adalah ”segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk
mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan yang dapat
memuaskan keinginan dan kebutuhan”(Djaslim Saladin, 2007:71).
Termasuk
dalam pengertian produk yaitu obyek secara fisik, pelayanan, orang, tempat,
organisasi, gagasan, atau bauran dari semua wujud di atas
II. BAURAN PRODUK (PRODUCT MIX/ASSORMENT PRODUCT)
Pengertian
dari bauran produk adalah “kumpulan seluruh line produk dan jenis produk yang
ditawarkan oleh penjual” (Djaslim Saladin, 2007:76)
Unsur-unsur
bauran produk:
Kualitas,
kuantitas, merek, label, bentuk, mode, jaminan, pelayanan, pembungkus,
pengembalian.
Tingkat-tingkat
produk/konsep dasar produk:
1. Inti produk (core product/generic product) yaitu
manfaat atau jasa yang diberikan produk tersebut.
2. Produk aktual (tangible product/forrmal product)
yaitu karakteristik yang dimiliki produk tersebut berupa mutu, corak atau ciri
khas, merek, dan kemasannya.
3.Produk tambahan yang disempurnakan (augmented/extend
product), menggambarkan kelengkapan atau penyempurnaan dari produk inti.
III. KLASIFIKASI PRODUK
1.
Berdasarkan karakteristik/sifat
a. Barang tahan lama (durable goods), yaitu barang
berwujud yang biasanya dapat bertahan lama dengan
banyak sekali pemakaian.
b. Barang tidak tahan lama (non-durable goods), yaitu
barang berwujud yang biasanya dikonsumsi satu atau
beberapa kali.
c. Jasa (service), yaitu kegiatan, manfaat atau
kepuasan
yang ditawarkan untuk dibeli.
2.
Berdasarkan wujud
a. Barang nyata atau berwujud (tangible goods)
b. Barang tidak nyata atau tidak berwujud (intangible
goods)
3.
Berdasarkan tujuan atau pemakaian
a. Barang konsumsi (Consumer’s goods), yaitu barang
yang dipergunakan oleh konsumen akhir atau rumah
tangga dan tidak untuk dikomersialkan.
b. Barang industri (Industrial goods), yaitu barang
yang
dibeli untuk diproses lebih lanjut atau dipergunakan
dalam menjalankan bisnisnya.
IV. KLASIFIKASI BARANG KONSUMSI
Barang
konsumsi dapat diklasifikasikan menjadi: (Djaslim Saladin, 2007:73)
1.
Barang kebutuhan sehari-hari (convenience goods), Ciri-cirinya:
a. Konsumen mempunyai pengetahuan luas tentang barang
b. Konsumen menginginkan sebelum membeli barang tersebut
c. Barang-barang itu dibeli atau diperoleh dengan mudah.
d. Harga dan mutu tidak dipersoalkan
e. Umumnya harga murah
f. Tidak banyak terpengaruh oleh mode
g. Dibeli secara teratur
Barang
kebutuhan sehari-hari dapat dibagi lagi menjadi:
a.Barang pokok, yaitu barang yang dibeli konsumen secara
tetap. misalnya kecap, pasta gigi, sabun mandi.
b.Barang impulsive, yaitu barang yang dibeli konsumen tanpa
perencanaan atau usaha meneliti. misalnya permen, koran, majalah ditempatkan di
supermarket.
c.Barang darurat, yaitu kebutuhan konsumen yang dirasakan
sangat mendesak. misalnya payung
2.
Barang belanjaan (shooping goods) yaitu barang yang dalam proses memilih
dan membelinya sangat dipengaruhi oleh pengaruh mode dan konsumen
membandingkannya berdasarkan kesesuaian mutu dan harga. Contoh: pakaian,
sepatu, alat rumah tangga
Ciri-cirinya:
a. Konsumen biasanya membandingkan harga dan mutu
sebelumnya.
b. Konsumen kurang pengetahuan luas tentang barang tersebut,
sehingga perlu membanding-bandingkan.
c. Dibeli tidak teratur waktunya
3.
Barang khusus (speciality goods), barang yang memiliki ciri unik dan
merek khas dimana kelompok konsumen bersedia berusaha lebih keras untuk
membelinya. Contoh: mobil
Ciri-cirinya:
a. Barang mempunyai ciri unik dan pembeli berusaha
mendapatkannya.
b. Pembeli hanya menghendaki satu merek tertentu
(merek diutamakan)
c. Biasanya hanya satu saluran yang dipergunakan
d. Toko yang dipilih adalah toko penting atau terkenal
4.Barang yang tidak dicari (unsought goods), yaitu konsumen
tidak berpikir untuk membelinya Contoh: batu nisan, asuransi jiwa
V. KLASIFIKASI BARANG INDUSTRI (INDUSTRIAL GOODS) Barang industri
dapat diklasifikasikan menjadi: (Djaslim
Saladin,
2007:74)
1.Barang
dan suku cadang (materials and parts dapat dibagi
menjadi
dua:
a. Bahan baku, bahan pokok untuk membuat barang lain
dibedakan menjadi dua:
- Barang hasil pertanian
- Barang hasil alam
b. Bahan jadi dan suku cadang, barang yang sudah masuk dalam
proses produksi dan diperlukan untu melengkapi produk akhir, dibedakan menjadi
dua:
- Bahan komponen
- Suku cadang komponen
2.
Barang modal (capital items), yaitu barang berat terdiri dari:
a.Instalasi (installation) yaitu alat produksi utama
dalam sebuah pabrik/perush yang dapat dipakai untuk jangka waktu lama, tulang
punggung pabrik.
contoh: mesin pabrik
b. Peralatan tambahan (accessory equipment), yaitu
barang yang digunakan sebagai pembantu pelaksana operasi industri, tidak
menjadi bagian produk yang dibuat.
contoh: alat angkut pabrik
3.
Perbekalan dan pelayanan (supplies and services), terdiri dari:
a.Perbekalan operasional (operating supplies),
merupakan covenience goods untuk barang industri, umur pendek, harga rendah,
tidak menjadi bagian produk akhir, contoh: pelumas b.Usaha pelayanan (business
service), yaitu usaha perawatan dan perbaikan alat-alat perusahaan
VI. MEREK (BRAND)
Merek
adalah “suatu nama, istilah, tanda, lambang atau desain atau gabungan semua
yang diharapkan mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual atau
sekelompok penjual, dan diharapkan akan membedakan barang atau jasa dari produk
pesaing.”(Djaslim Saladin, 2007:84)
Kriteria
bagi merek yang tepat
1. Merek harus menggambarkan sesuatu mengenai manfaat produk
2. Merek harus menggambarkan kualitas, warna, dan sebagainya
3. Merek harus mudah diucapkan, dikenal dan diingat
4. Merek harus khas
5. Merek harus dapat didaftarkan dan mendapat perlindungan
hukum
Merek
terdiri dari beberapa bagian:
1.Nama merek (brand), sebagian merek yang dapat
diucapkan, contoh: avon
2.Tanda merek (brand mark), sebagian merek yang
dikenal umum tapi tidak dapat diucapkan contoh: lambang
3. Tanda merek dagang (trade mark), sebagian merek
yang dilindungi hukum karena kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang
istimewa
4. Hak cipta (copyright), adalah hak istimewa yang
dilindungi untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual karya tulis, karya musik,
karya seni
Manfaat
merek bagi penjual
1. Nama merek memudahkan penjualan untuk mengolah
pesanan-pesanan dan menekan permasalahan.
2.Nama merek dan tanda dagang secara hukum akan melindungi
penjual dari pemalsuan ciri-ciri produk, karena bila tidak demikian, maka
setiap pesaing akan meniru produk yang telah berhasil di pasaran.
3. Merek memberi penjual peluang kesetiaan konsumen pada
produk.
4. Merek dapat membantu penjual dalam mengelompokkan pasar ke
dalam segmen-segmen.
5. Citra perusahaan dapat dibina dengan adanya merek yang
baik, dengan membawa nama perusahaan, merek ini sekaligus mengiklankan kualitas
dan besarnya perusahaan
Alasan
distributor menggunakan merek:
1. Agar penyaluran barang-barang lebih mudah
2. supplier dan barang-barang tersebut mudah diketahui.
3.Agar standar kualitas yang tertanam dapat dipertahankan
4. Dapat meningkatkan preferensi bagi pembeli
5. Lebih bebas menentukan harga
Manfaat
merek bagi konsumen:
1. Dapat membedakan produk tanpa harus memeriksa secara
teliti
2. Konsumen mendapat informasi tentang produk.
Alasan
perusahaan tidak menggunakan merek:
Tidak
bersedianya perusahaan memikul dua tanggung jawab yang harus dipikul pemilik merek,
yaitu:
1. Mempromosikan merek dan mempertahankan kualitas produk
2. Kesukaran dalam membedakan produk antar perusahaan
Merek kelompok (Family Brand)
Beberapa
strategi pemberian nama merek, yaitu:
1.Nama merek khusus (individual brand name)yaitu barang
yang dihasilkan perusahaan diberi merek sendiri-sendiri, contoh: unilever
sabun, shampo
2.Nama kelompok gabungan bagi semua produk (a blanket
family name for all product ), yaitu pemberian merek yang sama untuk semua
produk, contoh: intel komputer (beda kode)
.3. Nama kelompok yang terpisah (separate family name),
yaitu memberikan family brand untuk setiap jenis produk
contoh: Kao family brand biore Biore facial, biore cool
4. Nama perusahaan digabung dengan nama khusus (company
trade name combine with individual product name) yaitu nama perusahaan
dicantumkandalam produk yang dikeluarkan
contoh: Microsoft Windows, Microsof words
Merek Ganda (Multi Brand)
Penjual
membuat dua/lebih merek dalam kategori/kelompok produk yang sama
Alasan
perusahaan menerapkan strategi merek ganda yaitu:
1. Perusahaan akan memperoleh rak yang lebih banyak di toko
atau supermarket, dengan demikian akan meningkatkan ketergantungan pengecer
pada merek- mereknya.
2. Karena tidak sedikit jumlah konsumen yang berpindah-
pindah merek ialah dengan menyediakan banyak merek
3. Menambah merek baru akan meningkatkan gairah, semangat,
serta efisiensi di dalam tubuh perusahaan sendiri.
Penempatan
kembali merek (brand repositioning)
Yaitu
peninjauan kembali terhadap merek yang sudah ada di pasar
VII. KEMASAN (PACKING)
Kemasan
adalah “segala kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus suatu
produk.” (Djaslim Saladin, 2007:87)
Kemasan
diperlukan untuk:
1. Kemasan memenuhi sasaran keamanan (safety) dan
kemanfaatan (utility)
2. Kemasan bisa melaksanakan program pemasaran perusahaan
3. Untuk meningkatkan laba
Wadah
atau bungkus terdiri dari tiga tingkat bahan, yaitu
1.Kemasan dasar (primary package), yaitu bungkus
langsung dari produk, contoh: botol tempat crame
2.Kemasan tambahan (secondary package), bahan yang
melindungi kemasan dasar dan dibuang bila produk tersebut akan digunakan,
contoh kotak karton crame
3.Kemasan pengiriman (shipping package) setiap kemasan
yang diperlukan waktu penyimpanan, pengangkutan diidentifikasi, contoh kotak 6
lusin crame
Peranan
kemasan sebagai satu alat pemasaran
1.Swalayan (self service) harus menarik, ciri-ciri
produk, meyakinkan konsumen, memberi kesan menyeluruh
2.Kemakmuran konsumen (consumer offluence) meningkatnya
kekayaan konsumen, maka mereka bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan,
penampilan dengan prestise dari kemasan
3. Citra perusahaan dan merek (company and brand image),
perusahaan lebih dikenal
4. Peluang inovasi (innovational opportunity)
Pertemuan 6
PROGRAM
PENGEMBANGAN PRODUK BARU
I. PENGERTIAN Produk baru adalah:(Djaslim Saladin, 2007:76)
1. Produk yang benar-benar baru (bagi dunia)
2.Produk pengganti yang benar-benar berbeda dari produk yang
ada.
3.Produk imitative, yaitu produk yang baru bagi perusahaan
tertentu tapi bukan baru di dalam pasar.
Contoh: komputer buatan Jepang merupakan imitasi di pasar
Amerika
4. Produk yang menggunakan bahan baku baru sama sekali.
II. TUJUAN PENGEMBANGAN PRODUK (PRODUCT DEVELOPMENT)
Umumnya
tujuan yang ingin dicapai dari pengembangan produk baru:(Fandy Tjiptono,
2000:119)
1.
Untuk memenuhi kebutuhan baru dan memperkuat reputasi sebagai inovator, yaitu
dengan menawarkan produk yang lebih baru daripada sebelumnya. Dalam hal ini
strategi produk baru merupakan strategi ofensif.
2.
Untuk mempertahankan daya saing terhadap produk yang ada, yaitu dengan jalan
menawarkan produk yang dapat memberikan jenis kepuasan yang baru. Bentuknya
bisa tambahan terhadap produk yang sudah ada maupun revisi terhadap produk yang
telah ada. Dalam hal ini strategi produk baru merupakan strategi defensive.
Sedangkan
menurut Djaslim Saladin (2007:77) manfaat dari pengembangan produk adalah:
1. Untuk mencapai kemantapan penjualan dan laba
2. Untuk memperoleh penghematan dalam pasarnya
3. Untuk mempertahankan dan memperbaiki posisi dalam
persaingan
4. Untuk menyesuaikan produk dengan selera dan kemampuan
konsumen, serta pengembangan teknologi
5. Untuk meningkatkan market share
6. Alasan terkuat adalah untuk mempertahankan pasar terutama
untuk jangka panjang
III. TAHAP PENGEMBANGAN PRODUK BARU
Untuk
mengembangkan produk baru diperlukan suatu proses sistimatis yang terdiri dari
beberapa tahap:(Djaslim Saladin, 2007:77)
1.Penciptaan gagasan (ide generation)
Tujuan menciptakan ide sebanyak mungkin
2. Penyaringan ide (ide screening) Pemilihan ide yang
dilaksanakan
Tujuan: Mengurangi ide menjadi beberapa ide yang menarik dan
sungguh-sungguh dapat diterapkan dengan sukses
Dalam
penyaringan ide, manajer harus menghindari dua macam kesalahan, yaitu:
a.A go error (Kesalahan dimana perusahaan mengembangkan ide-ide yang salah)
Kesalahan
tersebut dapat:
1) Absolute product feature (kegagalan produk secara
mutlak).
2) Artial product feature (kegagalan sebagian produk)
3) Relative product feature (kegagalan relative
produk)hasil penjualan tidak mencapai target
b.
A drop error (Kesalahan yang terjadi karena perusahaan meninggalkan
gagasan-gagasan yang baik)
3.
Analisis bisnis (business analysis)
Tingkat
pengembangan konsep menjadi suatu usulan bisnis yang konkret.
Analisis
bisnis terdiri dari empat langkah:
a.Mengidentifikasi ciri-ciri produk
b.Memperkirakan permintaan pasar dan persaingan dan kemampuan
produk untuk menghasilkan laba.
c.Menyusun suatu program untuk mengembangkan produk
d.Menetapkan tanggung jawab untuk studi lebih lanjut
kemungkinan pelaksanaan produk
4.Pengembangan
produk (product development)
Mewujudkan
gagasan ke dalam bentuk produk yang konkret melalui departemen riset
5.
Uji pemasaran (marketing test)
Metode
pokok untuk menguji pasar produk konsumen, mulai yang paling murah hingga yang
paling mahal, berturut-turut adalah :(Fandy Tjiptono, 2000:129)
a. Riset gelombang penjualan (Sales Wave Research)
konsumen mencoba produk tanpa biaya, ditawarkan kembali (3-5
kali) produk tersebut atau produk pesaing dengan harga sedikit murah, diamati
berapa kali konsumen memilih
b.Simulated Test marketing
Konsumen diberi sejumlah uang dan dapat membeli barang
apapun, diamati berapa banyak yang membeli produk tersebut dengan pproduk
pesaing
c. Controlled Test marketing
Beberapa perusahaan riset menangani berbagai toko yang akan
menjual produk-produk baru dengan suatu imbalan tertentu.
d. Uji pasar (Test Market)
perusahaan menyalurkan ke distributor untuk menjual produk
tersebut
Manfaat
uji pasar
a.Memberikan ramalan yang lebih dapat diandalkan mengenai
penjualan di masa depan
b.Pengujian awal atas rencana pemasaran
c.Perusahaan dapat mengetahui kesalahan yang ada pada produk
d.Perusahaan memperoleh petunjuk atas masalah distribusi
e.Perusahaan memperoleh pemahaman lebih baik atas perilaku
berbagai segmen pasar
Sementara
itu metode uji pasar untuk menguji barang industri dengan:
a.Pengujian Alpha dan Beta (biasanya barang industri yang
mahal dan tekhnologi baru) Pengujian Alpha: pengujian produk untuk mengukur dan
meningkatkan kinerja, kendala, rancangan, dan biaya operasi produk
Pengujian Beta :mengundang pelanggan potensial agar dapat
menguji secara rahasia di tempat mereka
b. Pameran dagang
c. Memajang barang industri di tempat pajangan distributor
dan dealer dalam jumlah terbatas dan menyerahkan kepada wiraniaganya untuk
menjual di daerah geografis yang terbatas dengan dukungan promosi, katalog
tercetak, dsb
6.Komersialisasi
(commercialization)
Tahap
peluncuran produk ke pasar dengan program pemasaran dalam skala penuh
Kewajiban
manajemen dalam tahap komersialisasi:
a.Kapan kita mulai memasarkan produk (When)
b.Ke darah mana kita memasarkan produk tersebut(Where)
c.Kepada siapa kita memasarkan produk tersebut (To Whom)
d.Bagaimana kita memasarkan produk tersebut (How)
III. KRITERIA PERANTARA UNTUK PRODUK BARU
1.Harus
ada permintaan pasar yang cukup
2.Produk
harus cocok dengan standar sosial dan lingkungannya.
3.Produk
harus sesuai dengan struktur produksi perusahaan yang telah ada
4.Produk
baru harus sesuai dengan struktur produksi perusahaan yang telah ada.
5.Produk
harus cocok dengan kemampuan keuangan perusahaan.
6.Produk
harus sesuai dengan undang-undang atau peraturan yang ada.
7.Manajemen
perusahaan harus mempunyai waktu dan kemampuan mengelola produk baru.
8.
Produk harus sesuai dengan citra dan tujuan perusahaan.
IV. FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN PRODUK BARU
1.Target pasar yang dituju terlampau kecil, sehingga
penjualannya tidak dapat menutupi biaya riset dan pengembangan, biaya produksi,
dan biaya pemasaran.
2.Kualitas produk yang tidak baik
3.Perusahaan tidak memiliki akses ke distributor dan pasar,
misalnya kalah bersaing dalam mendapatkan tempat (space) dalam rak-rak
supermarket atau toko pengecer lainnya.
4.Timingnya
tidak tepat, artinya produk baru diluncurkan terlalu cepat, terlalu lambat,
atau bahkan pada saat selera konsumen telah berubah secara drastis.
Resiko
memproduksi produk baru:
1.Membutukan banyak investasi modal
2.Mungkin tidak berhasil di pasar
3.Mungkin daur hidup produk lebih pendek dari perkiraan
V. STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK
1.Modifikasi yaitu “memperbaiki produk produk yang sudah ada”
2.
Memperluas product line (diversifikasi konsentris) yaitu “Produk
baru yang diperkenalkan memiliki kaitan atau hubungan dalam hal pemasaran atau
teknologi dengan produk yang sudah ada”.
Ada
dua cara yang dapat ditempuh:
a. Mendirikan perusahaan baru
b. Merger (penggabungan dua perusahaan jadi satu) dan
akuisisi (mengambil alih kendala bisnis yang dimiliki perusahaan lain, melalui
pembelian aset 51-100% saham)
3.
Diversifikasi horizontal yaitu perusahaan menambah produk baru yang tidak
berkaitan dengan produk yang telah ada, tetapi dijual kepada pelanggan yang
sama”
4.
Meniru strategi pesaing
5.
Diversifikasi konglomerat yaitu “menambah produk baru yang tidak ada
dalam hubungan dalam hal pemasaran maupun teknologi dengan produk yang sudah
ada dan dijual kepada pelanggan yang berbeda”
Faktor yang mendorong pengembangan
product line adalah
1.Kelebihan
kapasitas produksi
2.Keinginan
para tenaga penjual dan distributor untuk memasarkan product line yang lebih
lengkap
Pertemuan 9 STRATEGI PENETAPAN
HARGA
I . PENGERTIAN
HARGA
Harga adalah
“sejumlah uang sebagai alat tukar untuk memperoleh produk atau jasa. Harga
dapat juga dikatakan penentuan nilai suatu produk di benak konsumen” Djaslim
Saladin (2007:95)
Harga bisa
diungkapkan dengan berbagai istilah, misalnya iuran, tarif, sewa, bunga,
premium, komisi, upah, gaji, honorarium, SPP, dsb.
II. PERANAN
HARGA
Harga merupakan
satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan
bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya (produk,distribusi, promosi) menyebabkan
timbulnya biaya (pengeluaran).
Harga merupakan
unsur bauran pemasaran yang bersifat fleksibel, artinya dapat diubah dengan
cepat, sedangkan karakteristik produk atau komitmen saluran distribusi tidak
dapat diubah/disesuaikan dengan mudah dan cepat, karena biasanya menyangkut
keputusan jangka panjang. Fandy Tjiptono (2000;151)
Harga merupakan
komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan. Hal ini terlihat
jelas pada persamaan. Fandy Tjiptono (2000;151)
Laba = Pendapatan
Total - Biaya Total
(Harga/unit x
Kuantitas yang terjual) - Biaya Total
Dari sudut
pandang konsumen, harga seringkali digunakan sebagai indikator nilai bilamana
harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau
jasa. Nilai (value) dapat didefinisikan sebagai rasio antara manfaat
yang dirasakan terhadap harga. Fandy Tjiptono (2000;151)
Nilai =
Manfaat yang dirasakan
Harga
III. TUJUAN
PENETAPAN HARGA
1.Tujuan
berorientasi maksimalisasi laba/keuntungan (Profit maximalitazion pricing)
2.Tujuan
berorentasi pada volume (Volume pricing objective)
3.Tujuan
berorientasi pada citra (image)
4.Tujuan
stabilisasi harga
IV.
FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM PENETAPAN HARGA
Menurut Kotler
dan Amstrong dalam Fandy Tjiptono (2000: 154) ada dua faktor utama yang perlu
dipertimbangkan dalam menetapkan harga yaitu
A. Faktor
internal perusahaan
1. Tujuan
pemasaran perusahaan
2. Strategi
bauran pemasaran
3. Biaya
4. Organisasi
B. Faktor
lingkungan eksternal
1. Sifat pasar
2. Persaingan
3. Unsur-unsur
eksternal lainnya
V. METODE
PENETAPAN HARGA JUAL
1. Penetapan
harga markup (markup pricing)
Biaya / unit = Biaya
variabel + Biaya tetap
Penjualan/unit
Harga jual /
unit = Biaya /unit
(1-laba yang
diinginkan)
Produsen
pemanggang roti telah mengeluarkan biaya-biaya:
-Biaya
variabel : Rp 10
-Biaya
tetap : Rp 300.000
-Perkiraan
penjualan : 50.000 unit
Biaya/unit = 10
+ 300.000 = Rp 16
50.000
Apabila
perusahaan menginginkan laba 20%, maka:
Harga jual/unit
= Rp 16 = Rp 20
(1-0,20)
Apabila semua
unit terjual (50.000 unit), maka perusahaan akan memperoleh laba sebesar:
Nilai terjual :
50.000 x Rp 20 = Rp 1.000.000
Biaya produksi :
50.000 x Rp 16 = Rp 800.000 –
Laba = Rp
200.000
Jika perusahaan
menjual 30.000 unit, maka perusahaan akan laba/rugi? Berapakah
keuntungan/kerugiannya?
2. Penetapan
harga menurut tingkat keuntungan sasaran (target return pricing)
Perusahaan
menetapkan harga jual berdasarkan target rate of return dari biaya total yang
dikeluarkan ditambah laba yang diharapkan pada volume penjualan yang
diperkirakan. Ini ditetapkan dalam jangka panjang. Djaslim Saladin, (2007:96)
Contoh:
- Kapasitas
produksi = 1.000.000 unit
- Kapasitas
produksi sebenarnya 80% dari kapasitas penuh.
- Total cost
yang diperlukan untuk menghasilkan jumlah tersebut = Rp 10.000.000
- Laba yang
diharapkan perusahaan = 20% dari total cost
Jawab :
Total cost = Rp
10.000.000
Target of return
20% = Rp 2.000.000
Taget revenue =
Rp 12.000.000
Kapasitas
sebenarnya = 80% x 1.000.000 = 800.000 unit
Jadi harga
jual/unit = Target revenue
Kapasitas
sebenarnya
= 12.000.000 =
Rp 15 /unit
800.000 unit
Dengan harga
jual Rp 15/unit dan berhasil menjual 800.000 unit maka target laba sebesar Rp
12.000.000 dapat dicapai.
3. Penetapan
harga menurut pandangan konsumen (Perceived value pricing)
Harga jual
produk berdasarkan berapa nilai produk dalam pandangan konsumen terhadap yang
dihasilkan perusahaan. Djaslim Saladin, (2006:147)
4. Penetapan
harga berdasarkan harga pasar (Going rate pricing)
Penetapan harga
jual berdasarkan harga yang telah ditetapkan pesaing di pasar. Djaslim Saladin,
(2006:148)
5. Penetapan
harga dalam sampul tertutup (Sealed bid pricing)
Penetapan harga
demikian ini biasanya dilakukan dalam Tender, dimana beberapa perusahaan
diundang oleh salah satu instansi ataupun swasta untuk mengajukan penawaran
dalam amplop tertutup. Djaslim Saladin, (2006:148)
VI. MODIFIKASI
HARGA
1. Penetapan
harga per wilayah geografis (Geographical pricing)
Yaitu penetapan
harga yang melibatkan perusahaan dalam pengambilan keputusan mengenai harga
produk bagi konsumen yang berada di berbagai tempat di seluruh negeri.
2.Potongan harga
dan imbalan khusus (price discount and allowances)
3. Penetapan
harga promosi (promotional pricing)
Yaitu penetapan
harga di bawah daftar harga bahkan di bawah harga pokok, yang dilakukan pada
saat-saat tertentu dalam rangka promosi
4. Penetapan
harga diskriminasi ( discriminatory pricing)
Terjadi bila
perusahaan menjual barang atau jasa yang berbeda-beda
Pertemuan 10
STRATEGI
DISTRIBUSI
I. PENGERTIAN
Menurut Kotler
dalam Fandy Tjiptono (2000:187) Saluran distribusi (marketing channel/trade
channel/distribution channel) adalah “rute atau rangkaian perantara, baik
yang dikelola pemasar maupun yang independent, dalam menyampaikan barang dari
produsen ke konsumen”.
Saluran
distribusi/saluran pemasaran adalah “serangkaian organisasi yang saling
tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa
siap untuk digunakan atau dikonsumsi”. Djaslim Saladin (2006:153)
Pengertian di
atas mengandung tiga unsur:
1.
Adanya kelompok lembaga pemasaran
2.
Adanya kegiatan atau fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut.
3.
Adanya arah pergerakan produk serta pemilikannya dari lingkungan produksi ke
lingkungan konsumsi.
Menurut Stanton
dalam Fandy Tjiptono (2000:185) Perantara adalah “orang atau perusahaan yang
menghubungkan aliran barang dari produsen ke konsumen akhir dan konsumen
industrial”.
Secara umum
perantara terbagi atas:
1.Merchant
middleman adalah perantara yang memiliki barang (dengan membeli dari
produsen) untuk kemudian dijual kembali.
Dua bentuk
utama:
a. Whole
saller (distributor/jobber)
b. Retailer (daeler)
2. Agent
middleman (broker) adalah perantara yang hanya mencarikan pembeli,
menegosiasikan dan melakukan transaksi atas nama produsen.
II. MANFAAT
PERANTARA
Perantara
dibutuhkan terutama karena adanya beberapa kesenjangan di antara produsen dan
konsumen. Kesenjangan (gap) tersebut adalah Fandy Tjiptono (2000:186)
1. Geographical
gap,
2. Time gap
3. Quantity gap
4. Assortment gap
5. Communication
and information gap
PRODUSEN –
KONSUMEN
Manfaat
perantara pemasaran bagi konsumen: Djaslim Saladin (2007:107)
1.Produsen
mendapat keuntungan tertentu dengan menggunakan jasa perantara.
2.Produsen
kekurangan sumber keuangan untuk melaksanakan pemasaran langsung.
3.Penggunaan
perantara sangat mengurangi pekerjaan perusahaan sehingga mencapai efisiensi
sangat tinggi dalam membuat barang.
4.Dari sudut
pandang sistem ekonomi, peranan dasar perantara pemasaran adalah mengubah
bentuk suplai yang heterogen menjadi barang yang diinginkan oleh masyarakat.
III . FUNGSI
SALURAN DISTRIBUSI 1. Penelitian (research)
2. Promosi (promotional)
3.Kontak
(contact)
4.Penyesuaian (matching)
5. Negosiasi (negotiation)
6.Distribusi
fisik (physical distribution)
7.Pembiayaan (financing)
8. Pengambilan resiko
(risk taking)
IV. TINGKAT
SALURAN DISTRIBUSI (CHANNEL LEVELS)
Saluran barang
konsumsi
1. Saluran
tingkat nol saluran pemasaran langsung (a zero level channel)
2. Saluran satu
tingkat (a one level channel)
3. Saluran dua
tingkat ( a two level channel)
4. Saluran tiga
tingkat (a three level channel)
5. Saluran aneka
tingkat (higher level channel)
Produsen -
Konsumen
Produsen –
Pengecer - Konsumen
Produsen -
Grosir - Pengecer- Konsumen
Produsen -
Grosir - Pemborong - Pengecer – Konsumen
V. RANCANGAN
SALURAN DISTRIBUSI
1. Menganalisis
hasil pelayanan yang dibagikan konsumen
Fungsi pemasaran
yang dilaksanakan oleh para anggota saluran disebut out put jasa (service
out put)
Out put jasa
terdiri dari:
a. Ukuran jumlah
(lot size)
b. Waktu
menunggu (waiting time)
c.
Kemudahan/kenyamanan tempat/ruang (spatial
convenience
d. Keragaman
produk (product variety)
e. Penawaran
jasa (service backup)
2. Menentukan
sasaran dan batasan saluran
Saat memilih
saluran pemasaran, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran
tersebut, antara lain:
a. Ciri-ciri
produk (product characteristics)
b. Ciri-ciri
perantara (middlemen characteristics)
c. Ciri-ciri
pesaing (competitive characteristics)
d. Ciri-ciri
perusahaan (company characteristics)
e. Sifat
lingkungan (environment characteristics)
3.
Mengidentifikasi alternative saluran distribusi
a. Macam-macam
perantara
1) Perantara
pedagang, di antaranya adalah
pedagang besar
dan pengecer
2) Perantara
agen, di antaranya adalah agen
penunjang dan
agen pelengkap
b. Jumlah
perantara
Saat menentukan
jumlah perantara, ada tiga macam
strategi yang
dapat dipergunakan perusahaan, yaitu:
1) Distribusi
intensif (intensive distribution)
2) Distribusi
selektif (selective distribution)
3) Distribusi
eksklusif (exclusive distribution)
c. Persyaratan
dan tanggung jawab anggota saluran
Pertemuan 11
STRATEGI PROMOSI
I. PENGERTIAN
Promosi adalah “suatu
komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan
tingkah laku pembeli, yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga
menjadi menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut”. (Djaslim Saladin,2007:
123)
Promosi menurut Fandy
Tjiptono (2000:219) adalah “suatu bentuk komunikasi pemasaran, yaitu aktivitas
pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau
mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang
ditawarkan”.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan:
1. Promosi sebagai alat
bantu untuk mengidentifikasi produk
2. Sebagai alat untuk
menghimbau pembeli
3. Sebagai alat untuk
meneruskan informasi dalam proses pengambilan keputusan pembeli.
II. TUJUAN PROMOSI
1.Menginformasikan (informing)
2.Membujuk pelanggan sasaran
(persuading)
3.Mengingatkan
(reminding)
Secara singkat promosi berkaitan dengan upaya untuk
mengarahkan seseorang agar dapat mengenal produk perusahaan, lalu memahaminya,
berubah sikap, menyukai, yakin, kemudian akhirnya membeli dan selalu ingat akan
produk tersebut.
III. BAURAN PROMOSI
Beberapa tugas khusus itu atau sering disebut bauran
promosi (promotion mix, promotion blend, communication mix) adalah:
(Fandy Tjiptono,2000:222)
1. Personal selling (Penjualan
tatap muka)
2. Mass selling, terdiri
atas periklanan dan publisitas
3. Promosi penjualan
4. Public relations (hubungan
masyarakat)
5. Direct marketing
V. PERSONAL SELLING
Personal selling adalah “komunikasi langsung (tatap
muka) antara penjual dan calon pembeli untuk memperkenalkan suatu produk dan
membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga kemudian akan mencoba
dan membelinya”. (Fandy Tjiptono,2000:224)
Sifat-sifat personal selling:
1. Tatap muka pribadi (Personall confrontation)
2. Pemupukan hubungan (Cultivation)
3.Tanggapan (Response)
Penjual yang ditugaskan untuk melakukan personall
selling harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Salesmanship, yaitu
penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasai seni menjual,
seperti cara mendekati pelanggan, memberikan presentasi dan demonstrasi,
mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembelian.
2. Negotiating, yaitu
penjual harus mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi tentang syarat-syarat
penjualan.
3. Relationship marketing,
yaitu penjual harus tahu cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para
pelanggan.
V. MASS SELLING
Mass selling merupakan
“pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi
kepada khalayak ramai dalam satu waktu”. (Fandy Tjiptono,2000:225)
Ada dua bentuk utama mass selling, yaitu periklanan
dan publisitas.
A. Periklanan
Iklan
adalah”bentuk komunikasi tidak langsung, yang didasari pada informasi tentang
keunggulan atau keuntungan suatu produk, yang disusun sedemikian rupa sehingga
menimbulkan rasa menyenangkan yang akan mengubah pikiran seseorang untuk
melakukan pembelian” (Fandy Tjiptono,2000:226)
AMA (American Marketing Association) dalam
Fandy Tjiptono(2000:226) mendefinisikan iklan sebagai “semua bentuk bayaran
untuk mempresentasikan dan mempromosikan ide barang atau jasa secara non
personal oleh sponsor yang jelas”, sedangkan periklanan adalah “ seluruh proses
yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan iklan”.
Fungsi utama iklan:
1. Menginformasikan khalayak
mengenai seluk beluk produk (informative)
2. Mempengaruhi khalayak untuk
membeli (persuading)
Fungsi utama iklan:
1. Menginformasikan khalayak
mengenai seluk beluk produk (informative)
2. Mempengaruhi khalayak untuk
membeli (persuading)
3. Menyegarkan informasi yang
telah diterima khalayak (reminding)
4. Menciptakan suasana yang
menyenangkan sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi (entertainment)
Sifat-sifat iklan:
1. Public presentation
2. Pervasiveness
3. Amplified expressiveness
4.Impersonality
B. Publisitas
Publisitas adalah “bentuk
penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non personal, yang mana
orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu” (Fandy
Tjiptono,2000:228)
VI. PROMOSI PENJUALAN
Promosi penjualan adalah
“bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagi insentif yang dapat diatur
untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan jumlah
barang yang dibeli pelanggan” (Fandy Tjiptono,2000:229)
Tujuan khusus promosi(Djaslim Saladin,2006: 196)
1.Bagi konsumen (consumer promotion): untuk
mendorong konsumen lebih banyak mempergunakan produk, membeli produk dalam unit
yang besar, mencoba merek yang dipromosikan, dan untuk menarik pembeli dari
merek pesaing kepada merek produk yang dipromosikan.
2.Bagi pengecer (trade promotion): untuk
membujuk pengecer agar menjual produk baru, menimbun lebih banyak persediaan
barang, mengingatkan pembelian ketika sedang tidak musim, mengimbangi promosi
para pesaing, membuat pengecer agar setia pada barang yang dipromosikan, dan
memperoleh jalur pengeceran baru.
3.Bagi wiraniaga (sales
force promotion): untuk mendukung atas produk atau model baru, dan
mendorong penjualan di musim sepi.
Tiga macam alat promosi penjualan, yaitu:
1. Alat promosi konsumen (consumen
promotion tools)
a. Contoh (samples)
b. Kupon (coupons)
c. Tawaran uang kembali (cash
refund offers)
d. Kemasan harga (price
packs)
e. Premi (premiums)
f. Hadiah (prize)
g. Imbalan kesetiaan (patronage
award
h. Uji coba gratis (free
trials)
i. Jaminan garansi produk (product
guarantee)
j. Promosi gabungan (tie in
promotion)
2. Alat-alat promosi dagang
(trade promotion tools)
a. Harga di luar waktu (price
off)
b. Tunjangan iklan (allowance)
c. Barang gratis (free
goods)
3. Alat promosi bisnis (business
promotion tools)
a. Konvensi dan pameran dagang
(trade shows and
conventions)
b. Kontes-kontes penjualan (sales
contests)
VII. PUBLIC RELATIONS
Public relations (hubungan
masyarakat) merupakan “upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk
mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai kelompok terhadap
perusahaan tersebut”. (Fandy Tjiptono,2000:230)
Tiga sifat utama dari PR:
1. Kredibilitas tinggi, di mana
artikel dan berita di media massa lebih dipercaya dari pada iklan.
2. Offguard yakni PR
dapat menjangkau pihak-pihak yang menghindari wiraniaga atau iklan.
3. Dramatization yaitu
PR memiliki potensi untuk mendramatisasi suatu perusahaan atau produk tertentu.
Kegiatan PR meliputi hal-hal berikut: (Fandy
Tjiptono,2000:231)
1. Press Relations
2. Product Publicity
3. Corporate Communications
4. Lobbying
5. Conselling
VII DIRECT MARKETING
Direct Marketing (pemasaran
langsung) adalah “sistem pemasaran yang bersifat interaktif , yang memanfaatkan
satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau
transaksi di sembarang lokasi”. (Fandy Tjiptono,2000:232)
Melalui direct marketing, konsumen dapat memperoleh
manfaat berupa:
1.Penghematan waktu dalam berbelanja dan bahkan
2.Dapat berbelanja secara rahasia (diam-diam).
3.Konsumen dapat memesan produk 24 jam sehari di
manapun mereka berada
4.Informasi tentang perusahaan,
produk, dan pesaing dapat diperoleh tanpa meninggalkan rumah atau kantor
Sementara bagi penjual, manfaat yang diperoleh adalah
1.Dapat memilih calon pembeli secara selektif,
2.Dapat menjalin hubungan jangka panjang dengan
pelanggannya,
3.Penjual dapat menerima pesanan aneka ragam dengan
biaya total pembelian konsumen cukup besar (jumlah,nilai).
4.Dapat melakukan kontak dan mengetahui segera
keinginan konsumen
5.Dapat meraih keuntungan
secara total lebih besar
Masalah pada direct marketing:
1. Orang yang terganggu karena
penjualan yang agresif
2. Timbulnya citra buruk bagi
industri bila ada salah satu direct marketer menipu pelanggannya.
3. Mengganggu privacy orang
lain
4. Direct marketer yang
memanfaatkan pembeli impulsive atau pembeli yang kurang mengerti
teknologi.
Bentuk-bentuk direct marketing: (Djaslim Saladin,2006:
193)
1.Penjualan tatap muka (face to face selling)/
Personall selling
2.Pemasaran direct mail (direct mail marketing)
3.Pemasaran melalui pengiriman katalog
4.Telemarketing (penjualan jasa melalui telepon)
5.Kios marketing (mesin penerima pesanan pelanggan)
6.On line channel (internet)
Pertemuan 12
STRATEGI KEPUASAN PELANGGAN
I . KONSEP KEPUASAN PELANGGAN
Ada beberapa pakar yang memberikan definisi mengenai
kepuasan/ketidakpuasan pelanggan. Fandy Tjiptono (2000:24)
1.Day menyatakan bahwa kepuasan
atau ketidakpuasan pelanggan adalah “respon pelanggan terhadap evaluasi
ketidakpuasan (disconfirmation) yang dirasakan antara harapan sebelumnya
(atau norma kinerja lainnya) dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah
pemakaiannya”.
2.Wilkie mendefinisikan sebagai
“suatu tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu
produk atau jasa”.
3. Engel menyatakan bahwa
“kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purna beli di mana alternative yang
dipilih sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan
ketidakpuasan timbul apabila hasil (outcome) tidak memenuhi harapan”.
4. Kotler menandaskan bahwa
kepuasan pelanggan adalah” tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan
kinerja (atau hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya”.
Menurut Schanaars dalam Tjiptono (2000:24), tujuan
suatu bisnis untuk menciptakan para pelanggan yang merasa puas.
Konsep kepuasan pelanggan ini dapat dilihat pada
gambar

Faktor yang sering digunakan dalam mengevaluasi
kepuasan terhadap suatu produk manufaktur, antar lain meliputi:
1. Kinerja (performance) karakteristik operasi
pokok dari produk inti (core product) yang dibeli.
2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features),
yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap;
3. Keandalan (reliability),
yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal dipakai.
4.Kesesuaian dengan spesifikasi
(conformance to specifications), yaitu sejauh mana karakteristik desain
dan operasi memenuhi standar-standar yang telah sitetapkan sebelumnya.
5.Daya tahan (Durability),
berkaitan dengan produk berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan.
6.Serviceability, meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah
direparasi serta penanganan keluhan yang memuaskan.
7.Estetika, yaitu daya tarik
produk terhadap panca indera.
8. Kualitas yang dipersepsikan
(perceived quality), yaitu citra dan reputasi produk serta tanggung
jawab perusahaan terhadapnya.
Dalam mengevaluasi jasa yang bersifat intangible (tidak
langsung), konsumen umumnya menggunakan beberapa atribut atau faktor berikut:
1.Bukti langsung (tangibles), meliputi
fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai dan sarana komunikasi.
2.Keandalan (reliability), yakni kemampuan
memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan.
3.Daya tanggap (responsiveness),
yaitu keinginan para staff dan karyawan untuk membantu para pelanggan dan
memberikan pelayanan dengan tanggap.
4. Jaminan (assurance),
mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang
dimliki para staff, bebas dari bahaya, risiko, atau keragu-raguan.
5. Empati, meliputi kemudahan
dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami
kebutuhan para pelanggan.
contoh:mengenal nama pelanggan
II. HARAPAN PELANGGAN
Harapan pelanggan diyakini mempunyai peranan yang
besar dalam menentukan kualitas produk (barang dan jasa) dan kepuasan
pelanggan. Dalam konteks kepuasan pelanggan, umumnya harapan merupakan
perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan diterimanya. (Zeithaml
dalam Fandy Thiptono, 2000:28).
Harapan pelanggan terhadap kualitas suatu jasa
terbentuk oleh beberapa faktor berikut:
1. Enduring service
intensifiers, pelanggan berharap dilayani dengan baik apabila pelanggan
lain dilayani dengan baik oleh pemberi jasa
2. Personal needs, kebutuhan
mendasr bagi kesejahteraan (kebutuhan fisik, sosial, psikologis)
3. Transitory service
intensifiers Faktor individual yang bersifat sementara (jangka pendek) yang
meningkatkansensivitas pelanggan., meliputi:
a.Situasi darurat saat pelanggan sangat membutuhkan.
Contoh: asuransi mobil saat kecelakaan
b.Jasa terakhir yang dikonsumsi
pelanggan dapat menjadi acuan untuk menentukan baik/buruknya jasa berikutnya
4. Perceived service
alternatives, persepsi pelanggan terhadap tingkat pelayanan perusahaan lain
yang sejenis.
5. Self perceived service
roles, persepsi pelanggan tentang tingkat keterlibatannya dalam
mempengaruhi jasa yang diterimanya, sehingga pelanggan tidak bisa menimpakan
kesalahan sepenuhnya pada si pemberi jasa.
6. Situational factors, segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi kinerja
jasa, yang berada di luar kendali penyedia jasa.
contoh: pada awal bulan bank
penuh, sehingga nasabah menurunkan tingkat pelayanan minimal karena bukan
kesalahan bank.
7. Explicit service promise,
pernyataan (personal/non) oleh organisasi tentang jasanya kepada pelanggan,
berupa iklan, personall selling, perjanjian, atau komunikasi dengan karyawan
organisasi tersebut.
8. Implicit service
promises, petunjuk yang berkaitan dengan jas, yang memberikan kesimpulan
bagi pelanggan tentang jasa yang bagaimana yang seharusnya dan yang diberikan.
9. Word of mouth (Rekomendasi/saran
dari orang lain), pernyataan (personal/non) yang disampaikan orang lain selain
organisasi kepada pelanggan, misal: para ahli, teman, keluarga, media.
10. Past experience,
pengalaman masa lampau meliputi hal-hal yang telah dipelajari atau diketahui
pelanggan dari yang pernah diterimanya di masa lalu
Pertemuan 13
PENGUKURAN DAN STRATEGI KEPUASAN PELANGGAN
I . METODE PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN
1. Sistem keluhan dan saran
Setiap organisasi yang
berorientasi pada pelanggan (customer oriented) perlu memberikan
kesempatan yang luas kepada para pelanggannya untuk menyampaikan saran,
pendapat, dan keluhan mereka.
2. Ghost shopping
Salah satu cara untuk
memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan adalah dengan mempekerjakan
beberapa orang (ghost shopper) untuk berperan/bersikap sebagai
pelanggan/pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing. Kemudian mereka
melaporkan temuan-temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaan
dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian produk-produk
tersebut.
3. Lost customer analysis
Perusahaan seyogyanya menghubungi
para pelanggan yang telah berhenti membeli atau yang telah pindah pemasok agar
dapat memahami mengapa hal itu terjadi dan supaya dapat mengambil kebijakan
perbaikan/ penyempurnaan selanjutnya.
4. Survai kepuasan pelanggan
Umumnya banyak penelitian mengenai
kepuasan pelanggan yang dilakukan dengan penelitian survai melalui pos,
telepon, maupun wawancara pribadi (McNeal dan Lamb dalam Fandy Tjiptono
(2000:35)
II. TEKNIK PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN
Metode survai kepuasan pelanggan dapat menggunakan
pengukuran dengan berbagai cara sebagai berikut: Fandy Tjiptono (2000:35)
1. Directly reported satisfaction, pengukuran
dilakukan secara langsung dengan pertanyaan “Seberapa puas Saudara terhada
pelayanan PT X ?” (Sangat Puas, P, N, TP, STP)
2. Derived dissatisfaction, responden diberi
pertanyaan seberapa besar mereka mengharapkan suatu atribut tertentu, seberapa
besar yang dirasakan
3. Problem analysis, responden diminta untuk
menuliskan masalah-masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan penawaran
dari perusahaan dan juga diminta untuk menuliskan saran untuk perbaikan.
4. Importance/performance ratings, responden
diminta untuk meranking berbagai elemen (atribut) dari penawaran berdasarkan
derajat pentingnya elemen dan seberapa baik kinerja perusahaan dalam
masing-masing elemen.
Berdasarkan penemuan dari beberapa ahli antara lain
Tse dan Wilton diperoleh rumus sebagai berikut:
Kepuasan Pelanggan = f (expectations, perceived
performance)
III. STRATEGI KEPUASAN PELANGGAN
1. Strategi Relationship marketing
Menurut McKenna dalam Fandy Tjiptono (2000:40) yaitu
strategi di mana transaksi pertukaran antara pembeli dan penjual berkelanjutan,
tidak berakhir setelah penjualan selesai.
Dengan kata lain, dijalin suatu kemitraan denan
pelanggan secara terus menerus. (Jackson dalam Fandy Tjiptono,2000:40), yang
pada akhirnya akan menimbulkan kesetiaan pelanggan sehingga terjadi bisnis
ulangan (repeat business).
Betapa pentingnya hubungan ini, ditunjukkan dengan
pernyataan Levitt dalam Fandy Tjiptono (2000:40) bahwa semakin banyak kegiatan
ekonomi dunia yang dilakukan melalui hubungan jangka panjang antara pembeli dan
penjual
Menurut Goni dalam Tjiptono (2000:40) agar
relationship marketing dapat diimplementasikan, perlu dibentuk Customer
Database yaitu daftar nama pelanggan yang perlu dibina hubungan jangka panjang,
diharapkan perusahaan dapat memuaskan pelanggan lebih baik sehingga terbentuk
loyalitas kemudian terjadi pembelian ulang.
2. Strategi Superior customer service
Strategi yang menawarkan pelayanan yang lebih baik
daripada pesaing (Schnaars dalam Fandy Tjiptono (2000:41). Contoh: distributor
komputer memberikan pelayanan konsultasi gratis seputar permasalahan komputer
3. Strategi unconditional guarantess atau extraordinary
guarantess
Garansi atau jaminan istimewa/mutlak ini dirancang
untuk meringankan risiko/kerugian pelanggan, dalam hal pelanggan tidak puas
dengan suatu produk atau jasa yang telah dibayarnya. Garansi tersebut
menjanjikan kualitas prima dan kepuasan pelanggan. 2 bentuk:
a.Garansi internal, janji departemen atau divisi
kepada pelanggan internal, contoh: jaminan divisi transportasi mengantar atau
mengambil barang tepat aktu bagi divisi lainnya.
b.Garansi eksternal, jaminan
perusahaan kepada pelanggan eksternalnya, contoh: jaminan potongan harga bila
melakukan pembelian ulang
Suatu garansi yang baik harus memenuhi beberapa
kriteria, diantaranya meliputi:
a. Realistis dan dinyatakan
secara spesifik
b. Sederhana, komunikatif dan
mudah dipahami.
c. Mudah diperoleh atau
diterima pelanggan.
d. Tidak membebani pelanggan
dengan syarat-syarat yang berlebihan.
e. Terpercaya (credible),
baik reputasi perusahaan yang memberikan maupun tipe garansinya itu sendiri.
Berfokus pada kebutuhan pelanggan.
f. Sungguh berarti, artinya
disertai ganti rugi yang bayarannya signifikan dan disesuaikan dengan harga
produk yang dibeli, tingkat keseriusan masalah yang dihadapi, dan persepsi
pelanggan terhadap apa yang adil bagi mereka.
g.Memberikan standar kinerja
yang jelas.
4. Strategi penanganan keluhan yang efisien
Menurut Schnaars dalam Fandy Tjiptono (2000:43),
penganan keluhan memberikan peluang untuk mengubah seorang pelanggan yang tidak
puas menjadi pelanggan produk perusahaan yang puas (atau bahkan menjadi
pelanggan abadi).
Ada empat aspek penting dalam penanganan keluhan:
a. Empati terhadap pelanggan
yang marah
b. Kecepatan dalam penanganan
keluhan
c. Kewajaran atau keadilan
dalam memecahkan permasalahan atau keluhan.
d. Kemudahan bagi konsumen
untuk menghubungi perusahaan.
Proses penanganan keluhan yang
efektif dan sangat vital dimulai dari identifikasi dan penentuan sumber masalah
yang menyebabkan pelanggan tidak puas, untuk ditindaklanjuti dan diupayakan
masa yad tidak timbul masalah yang sama. Ketelibatan manajemen puncak dalam
menangani keluhan memberikan dampak positif karena pelanggan lebih suka
berurusan dengan orang yang mempunyai kekuasaan.
5. Strategi peningkatan kinerja perusahaan
Meliputi berbagai upaya seperti melakukan pemantauan
dan pengukuran kepuasan pelanggan secara berkesinambungan
6. Menerapkan Quality Function Deployment (QFD)
Yakni praktik untuk merancang
suatu proses sebagai tanggapan terhadap keluhan pelanggan. QFD berusaha
menerjemahkan apa yang dibutuhkan pelanggan menjadi apa yang dihasilkan
organisasi. Hal ini dilaksanakan dengan melibatkan pelanggan dalam proses
pengembangan produk sedini mungkin.
Pertemuan 14
STRATEGI PEMASARAN INTERNASIONAL
I . PENGERTIAN PEMASARAN
INTERNASIONAL
Pemasaran internasional (international
marketing) adalah “penerapan konsep, prinsip, aktivitas, dan proses
manajemen pemasaran dalam rangka menyalurkan barang atau jasa perusahaan ke
konsumen di berbagai negara demi tercapai keuntungan-keuntungan tertentu” Fandy
Tjiptono (2000:328)
II. TAHAP-TAHAP PERUSAHAAN YANG BEROPERASI DI PASAR
DUNIA
1.Perusahaan domestik, yaitu
perusahaan yang memfokuskan orientasi dan strateginya pada pasar, pemasok, dan
pesaing domestik
2.Perusahaan internasional,
yaitu perusahaan yang melayani pasar domestik (nasional) di negaranya sendiri
dan pasar nasional di negara lain.
3.Perusahaan multinasional,
adalah perusahaan yang menjual produknya ke banyak negara, yang setiap negara
diperlakukan sebagai pasar tersendiri.
4.Perusahaan global atau transnasional, adalah
perusahaan yang memperlakukan dunia sebagai satu pasar
III. ALASAN-ALASAN ‘GO INTERNASIONAL’
1. Proaktif
a.Untuk memperoleh manfaat
tertentu. Dengan memindahkan pabrik ke luar negeri maka perusahaan dapat
memperoleh
- tenaga kerja murah
- lebih dekat dengan sumber
bahan baku
- memperoleh tanah yang lebih
murah
- menghindari hambatan
perdagangan berupa tarif
- menikmati kemudahan yang
diberikan pemerintah suatu negara yang berupaya menarik investor dari luar
negeri,
- keuntungan dari fluktuasi
valuta asing.
b. Perusahaan memiliki produk
yang unik, yang sumber-sumbernya tidak ada di negara lain.
c. Perusahaan ingin
memanfaatkan kemajuan teknolgi komunikasi dan transportasi, sehingga dapat
menjangkau konsumen internasional secara lebih mudah.
d.Adanya informasi eksklusif tentang pasar
e.Komitmen manajemen untuk
terjun ke arena internasional
f. Untuk memanfaatkan kemudahan
regulasi impor yang diberikan pemerintah untuk mendorong ekspor.
g. Untuk meningkatkan citra
perusahaan.
h. Untuk memperoleh peluang
i. Mengekspor teknologi ke
negara-negara terbelakang dalam rangka membuka pasar.
j. Untuk meningkatkan pengaruh
politik perusahaan.
2. Reaktif
a. Perusahaan menghadapi
ancaman akan kehilangan pasar di kandang sendiri, karena diserbu berbagai
perusahaan asing dengan produk-produk yang bermutu tinggi dan bernilai lebih.
b. Perusahaan mengalami over
produksi, sehingga kelebihannya dipasarkan ke luar negeri.
c.Untuk mengatasi penurunan penjualan akibat pengaruh
perubahan variabel demografi di dalam negeri
d.Untuk memanfaatkan kelebihan
kapasitas.
e. Untuk memperpanjang daur
hidup produk perusahaan yang telah mencapai tahap jenuh
f. Untuk mengurangi
ketergantungan pada satu pasar saja.
g. Untuk menghindari resesi di
dalam negeri.
h. Untuk mendekatkan perusahaan
dengan konsumen demi kepentingan lalu litas komunikasi yang cepat dan efektif
dari konsumen ke produsen atau sebaliknya dan menurunkan biaya distribusi.
III. STRATEGI MEMASUKI PASAR INTERNASIONAL
Biasanya sebuah perusahaan
akan memulai bisnisnya dari satu negara atau beberapa negara. Perlahan tapi
pasti baru mengembangkan diri dan mencakup banyak negara. Dengan demikian,
perusahaan perlu memilih negara yang akan dipilih sebagai pasar sasaran.Pasar
sasaran akan dipilih atas dasar kesesuaiannya dengan produk dan kemampuan
perusahaan.
Proses pemilihan pasar sasaran dimulai dengan
segmentasi pasar, yaitu teknik membagi dan mengelompokkan setiap negara ke
dalam kelompok-kelompok yang homogen.
Setiap segmen memiliki karakteristik yang relative
sama dalam hal daya tanggapnya terhadap berbagai strategi pemasaran. Proses
segmentasi terdiri atas (Fandy Tjiptono, (2000:341)
1. Mengelompokkan semua negara
ke dalam kelompok-kelompok homogen yang memiliki karakteristik yang sama,
sesuai dengan kriteria atau dimensi yang digunakan.
2. Menentukan metode yang cara
teoritis paling efisien untuk melayani masing-masing kelompok/segmen.
3. Memilih kelompok yang
memiliki kesesuaian paling tinggi antara kemampuan perusahaan (produk,jasa,
kekuatan) dan persyaratan kelompok yang bersangkutan.
4.Menyesuaikan klasifikasi
ideal di atas dengan hambatan yang dijumpai dalam dunia nyata (hambatan hukum
dan politik, budaya dan lain-lain)
Apabila telah terbentuk segmen-segmen pasar
berdasarkan kriteria yang dipilih, maka langkah selanjutnya adalah memilih
segmen yang paling sesuai untuk dilayani.
Pemilihan segmen pasar perlu memenuhi kondisi-kondisi
berikut: (Fandy Tjiptono, 2000:341)
1. Dapat dijangkau (accessable)
2. Dapat diukur (measurable)
3. Memberikan keuntungan (profitable)
4. Dapat memberikan perbedaan
maksimum dalam strategi bersaing.
Secara umum ada empat cara memasuki pasar
internasional: Fandy Tjiptono, (2000:346)
1. Ekspor
Kegiatan produksi barang di satu negara dan menjual
hasilnya di negara lain.
a. Ekspor tidak langsung
Perusahaan biasanya mulai dengan ekspor tidak
langsung, yaitu memanfaatkan jasa independent untuk menangani aktivitas
ekspornya.
Berbagai jenis perantara yang dapat digunakan pembeli:
1)Domestic based export
merchant, membeli produk perusahaan
dan menjualnya di luar negeri atas biaya dan untuk keuntungan sendiri
2)Domestic based export
agent, perantara yang hanya
mencarikan transaksi dengan pembeli asing atas imbalan komisi, trading company
termasuk dalam kelompok perantara ini.
3)Cooperative organization, organisasi yang melakukan kegiatan ekspor dengan
mengatasnamakan beberapa produsen (sering digunakan produsen produk primer)
4)Export management company,
perantara yang hanya bersedia
mengelola aktivitas ekspor perusahaan lain dengan imbalan tertentu.
b.Ekspor langsung
Perusahaan dapat melakukan ekspor langsung dengan cara
membentuk:
1)Domestic Based Export
Department or Division, divisi atau
cabang ini dapat berdiri sendiri dalam menangani ekspor dan berfungsi sebagai
pusat laba.
2)Overseas Sales Branch or Subsidiary, dengan mendirikan cabang di luar negeri perusahaan
dapat mengendalikan kegiatan pemasaran di luar negeri. Cabang tersebut dapat
berfungsi sebagai pusat pameran (display center) dan pusat layanan
pelanggan (customer service center)
3)Travelling Export sales
representatives. Perusahaan mengisi
wiraniaga dalam negeri (home based sales representative) ke luar negeri
untuk menemukan peluang bisnis.
4) Foreign Based
Distributors or Agents, perusahaan
menggunakan jasa distributor atau agen di luar negeri untuk menjual produk
dengan mengatasnamakan perusahaan
2. Lisensi
Memberi lisensi berarti perusahaan pemberi lisensi (licensor)
membuat persetujuan dengan penerima lisensi (license) bahwa
license memperoleh hak untuk menggunakan proses/teknologi produksi, merek
dagang, paten, dsb dengan membayar fee atau royalty tertentu
kepada licensor.
Licencor memperoleh manfaat, yaitu memasuki pasar
asing dengan risiko rendah.
Lisensi merupakan strategi yang sesuai untuk situasi
seperti:
a.Perusahaan memiliki
keterbatasan dan ekspansi.
b.Adanya larangan atau
pembatasan memasuki suatu negara, seperti kuota impor dan tarif.
c.Apabila negara tujuan
sensitive terhadap atau bahkan melarang kepemilikan asing.
d.Melindungi paten atau merek dagang karena pembatalan
perjanjian
Ada beberapa kerugian dari lisensi ini yaitu
a.Karena license adalah pengusaha atau perusahaan
independent, maka perusahaan licensor kurang memiliki kendali atas licensenya.
Jika pihak license sukses, maka pihak licensor tidak mendapatkan apa-apa selain
fee atau royalty.
b.Bila license keluar (baik karena memutuskan kontrak
atau karena kontrak telah selesai dan tidak diperpanjang), maka ia dapat jadi
pesaing licensor dengan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan dari licensor.
Untuk mengatasinya, biasanya licensor memasok bahan
yang dibutuhkan untuk produknya, komposisi, ramuan, teknologi pembuatan
dirahasiakan. Harapannya agar license tetap bergantung pada pihak licensor.
4. Joint Venture
Merupakan perjanjian kemitraan (partnership)
antara investor asing dan investor lokal setempat untuk mendirikan usaha lokal,
yang keduanya berbagi kepemilikan dan pengendalian.
Strategi joint venture sangat menarik bagi pemasar
internasional karena beberapa alasan, yaitu
a.Memungkinkan perusahaan untuk
memanfaatkan keahlian khusus mitra lokal.
b.Memungkinkan perusahaan untuk
memiliki akses ke sistem distribusi lokal milik mitra lokal.
c.Memungkinkan perusahaan menembus larangan pemerintah
lokal atas kepemilikan penuh pihak asing.
5. Direct Investment
Apabila perusahaan memandang pasar asing memiliki
prospek bagus, maka perusahaan dapat investasi langsung (mendirikan cabang
perusahaan/ wholly owned subsidiary, investasi fasilitas perakitan,
produksi di luar negeri). Manfaat investasi langsung:
a.Hemat tenaga kerja, bahan mentah lebih murah
b.Hemat biaya transportasi
c.Memperoleh citra yang baik di host country karena
membuka lapangan kerja
d.Membina hubungan mendalam dengan pemerintah,
pelanggan, pemasok lokal, distributor.
e.Dapat memegang kendali penuh
atas produksinya.
Kelemahan direct invesment:
a.Risiko besar karena kemungkinan pengambilalihan
usaha
b.Devaluasi mata uang
c.Situasi pasar yang memburuk
d.Biaya besar untuk mengurangi
atau menutup usahanya